Dampak Limbah Tekstil pada Lingkungan yang Turut Menyumbangkan Emisi Karbon

Dilansir dari environmental-action.org, inilah 5 cara sederhana untuk mengurangi limbah tekstil!

Hindari membeli pakaian yang tidak perlu

Upaya paling mudah dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah tekstil adalah dengan tidak membeli pakaian-pakaian yang tidak diperlukan. Tahan napsu untuk membeli barang baru dan pakailah pakaian yang ada di dalam lemari.

Beli pakaian bekas yang masih layak

Alih-alih membeli baju baru, Sahabat Fimela dapat melakukan thrifting mencari baju-baju bekas yang masih layak pakai. Walaupun bekas, masih banyak pakaian yang sebetulnya masih sangat layak dipakai. Selain faktor harga, Sahabat Fimela juga dapat membantu lingkungan agar menjadi lebih sehat.

Beli pakaian dari brand yang berkelanjutan

Ketika Sahabat Fimela perlu untuk membeli pakaian baru, usahakan untuk membeli dari brand yang berkelanjutan. Cobalah untuk membeli pakaian yang dibuat dari bahan-bahan yang dapat bertahan lama. Produk yang dihasilkan oleh industri fast fashion adalah produk-produk yang mudah rusak dan hal tersebut hanya akan memproduksi lebih banyak lagi limbah tekstil

Hindari membeli pakaian yang dibuat menggunakan bahan bakar fosil

Banyak sekali produk fast fashion yang menggunakan bahan bakar fosil di dalam produksinya. Sahabat Fimela dapat menghindari membeli pakaian-pakaian yang terbuat dari bahan sintetis, seperti nilon, polyester, dan juga spandex.

Gunakan kembali pakaian-pakaian lama

Cobalah untuk kembali membuka lemari penyimpanan. Sahabat Fimela dapat menggunakan kembali pakaian-pakaian lama atau Sahabat Fimela juga dapat menjualnya jika masih layak pakai. Alih-alih membuangnya, Sahabat Fimela dapat bertindak kreatif dengan memadupadankan satu pakaian dengan pakaian lainnya. Selain itu, Sahabat Fimela juga dapat mengubah bentuk, seperti mengubah jaket sweater yang sudah tidak terpakai menjadi kaus kaki.

 

Penulis: Karina Alya.

#Unlocking The Limitless