Kartini Cup 2024 Kembali Digelar Sebagai Selebrasi Emansipasi Lewat Olahraga Cricket

“Dengan mendukung turnamen Kartini Cup 2024, NEUTROGENA┬« Indonesia berharap dapat membantu menghadirkan wadah bagi para wanita muda di Indonesia untuk menembus batasan sosial, mengasah kemampuan leadership dan team work, serta membangun kepercayaan diri, baik didalam maupun diluar lapangan cricket,” kata Zaskia P. Setiyasari, Skin Health Lead Kenvue Indonesia.

Terkait dengan emansipasi dan pemberdayaan wanita dalam bidang olahraga, cricket memiliki sejarah manis yang tercermin dalam penyelenggaraan Piala Dunia Cricket Wanita pertama yang diadakan di Inggris pada 1973 atau dua tahun sebelum Piala Dunia Cricket Pria diadakan. Hal ini menandai momen penting dalam sejarah cricket, dimana kontribusi atlet wanita mendapat pengakuan di panggung internasional.

Cricket pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda pada abad ke-19. Awalnya, olahraga ini dimainkan oleh komunitas Eropa di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta (Batavia), Surabaya, dan Bandung. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, minat terhadap cricket khususnya di kalangan remaja putri di Indonesia mulai mengalami peningkatan, beberapa klub cricket pun mulai aktif dalam mengadakan program-program untuk merekrut dan melatih atlet cricket putri.