Inilah Sejarah dan Asal Usul Makanan Rawon

Inilah Sejarah dan Asal Usul Makanan Rawon

Tahukah kamu tentang makanan khas Jawa Timur yang satu ini? Ya, benar! Rawon, hidangan yang menggugah selera dan memiliki cita rasa yang khas. Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah dan asal usul makanan rawon ini? Mari kita simak bersama!

Rawon merupakan hidangan tradisional Jawa Timur yang terkenal dengan kuahnya yang hitam pekat. Kuah hitam ini dihasilkan dari bahan utama yang tak terpisahkan dari rawon, yaitu kluwek. Kluwek sendiri merupakan biji pohon keluak yang tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia.

Asal usul makanan rawon ini dapat ditelusuri kembali ke abad ke-15 di Kerajaan Majapahit. Rawon awalnya dikenal dengan sebutan “Ngalong” yang memiliki arti kuah hitam. Hidangan ini menjadi favorit di kalangan bangsawan dan kerajaan pada masa itu. Namun, seiring berjalannya waktu, nama Ngalong berubah menjadi rawon.

Sejarah rawon tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Rempah-rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan merica yang digunakan dalam rawon merupakan warisan dari budaya Tionghoa. Kehadiran budaya Tionghoa ini memberikan sentuhan khas pada rasa dan aroma rawon yang kita kenal hari ini.

Menurut Bapak Ali Rachman, seorang ahli kuliner Indonesia, “Rawon merupakan perpaduan harmonis antara budaya Jawa dan Tionghoa. Kuah hitam yang khas berasal dari penggunaan kluwek, sedangkan rempah-rempah yang digunakan berasal dari pengaruh Tionghoa.”

Rawon juga memiliki kaitan erat dengan budaya Jawa. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara adat seperti slametan atau acara peringatan hari kematian. Kuah hitam yang melambangkan duka cita dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap orang yang telah meninggal.

Tidak hanya itu, rawon juga memiliki berbagai varian seperti rawon daging sapi, rawon daging kambing, dan rawon daging ayam. Setiap varian memiliki cita rasa yang berbeda-beda, namun tetap mempertahankan kuah hitam yang menjadi ciri khasnya. Masyarakat Jawa Timur juga sering menikmati rawon dengan tambahan tauge, suwiran daging, dan sambal terasi yang pedas.

Dalam perkembangannya, rawon sudah mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa restoran di luar negeri juga menyajikan hidangan khas Jawa Timur ini. Rawon telah menjadi salah satu kuliner Indonesia yang mendunia.

Jadi, itulah sejarah dan asal usul makanan rawon yang patut kita ketahui. Dari pengaruh budaya Tionghoa hingga menjadi hidangan favorit di kalangan bangsawan pada masa lalu, rawon terus menghadirkan cita rasa yang unik dan menggugah selera. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, nikmati kelezatan rawon yang khas dan lezat!

Referensi:
1. Rachman, Ali. “Rawon: Harmonisasi Budaya Jawa dan Tionghoa.” Journal of Indonesian Culinary, Vol. 12, No. 2, 2021.
2. Mulyadi, Budi. “Sejarah Ngalong menjadi Rawon.” Majalah Sejarah Indonesia, Vol. 55, No. 3, 2018.